Home | Kajian | Nutrisi Jiwa di Bulan Ramadhan : Fadilah Shalat Tarawih (22)

Nutrisi Jiwa di Bulan Ramadhan : Fadilah Shalat Tarawih (22)

NU BOGOR TIMUR

Nutrisi Jiwa di Bulan Ramadhan

Fadilah Shalat Tarawih (22)


U?U?US O�U�U�USU�O� O�U�O�O�U�USO� U? O�U�O?O?O�USU�O?A� O�O�O� USU?U� O�U�U�USO�U�O� O�U�U�O� U�U� U?U� O?U� U?U�U�


Wa fillailatits-tsaniyati wal-‘isyriina, jaa-a yaumalqiyamati aaminan min kulli ghommin wa Hammin

Artinya:
sholatA�A� taraweh di malam ke duapuluh dua, datang pada hari kiamat dalam kondisi aman dari segala susah Dan prihatin.

Bahagia sekali terasa bagi Orang yan Shalat Teraweh pada malam keduapuluh dua di bulan Ramadhan ini,karena dia pada hari kiamat datang dalam kondisi aman dari segala susah dan keprihatinan.

Mengapa ada orang yang kondisinya aman dari rasaA� yang menghantui pikiran,hati dan jiwanya dalam wujud susah maupun keprihatinan.? Orang susah dalam suatu tempat karena:

  1. Tidak ada teman
  2. Tidak ada tempat ya di tuju.
  3. Tidak ada harapan apa-apa dan lain sebagainya.

Orang prihatin karena dia tidak punya bekal sama sekali,tidak ada teman ,tidak ada tempat tujuan. Suatu contoh kita hendak pergi ke Surabaya, walaupun tidak membawa uang sepeserpun (sekepingpun) namun transportasi di sediakan, di kawal ,di temani orangnya yang baik,di Surabaya sudah di sediakan tempat persinggahan yang di penuhi fasilitas dan di temui dan di rodhoi Orang nomor satu di sana.

Saya yaqin walau berangkat kelihatannya tidak membawa uang sepeserpun namun rasa aman dari segala macam kesusahan dan keprihatinan akan sirna,

Begitu pula perjalanan kita di alam akhirat sana.

Ketika kita ada yang menemani,melayani,menjaga yakni amal-amal baik kita maka sirnalah segala rasa takut dalam bentuk apapun.
Namun sebaliknya seseorang yang tidak punya apa-apa, amal baik tidak punya,teman tidak ada,tempat tujuan tidak tersedia, Pasti kesedihan, keprihatian menyelimuti jiwanya.

Semoga Allah selalu menjaga dan A�membimbing kita semua menjadi hamba yang bertaqwa. Aamiin.

Kitab Durratunnashihiin hal 18, karya Ustman bin hasan bin ahmad al syakir ( ‘ULAMAA� Zaman 13 H).

Ust. Juwahir, S.Pd.I

 

Ketua Ranting NU Ciangsana