Home | Ulama

Ulama

Dokumentasi Kisah Ajengan dari Mulut ke Mulut

Penulisan sejarah hidup dan perjuangan ajengan Sunda (Jawa Barat) masih terbilang langka, termasuk di Cianjur. Padahal daerah tersebut banyak melahirkan ajengan yang memiliki jaringan kaliber nasional, bahkan yang dikenal sampai mancanegara.Penulisan sejarah hidup dan perjuangan ajengan Sunda (Jawa Barat) masih terbilang langka, termasuk di Cianjur. Padahal daerah tersebut banyak melahirkan ajengan yang memiliki jaringan kaliber nasional, bahkan yang dikenal sampai ...

Read More »

Mengenang Maestro Kaligrafi dari Salawu Tasikmalaya (2)

a�?Kita yang kaligrafer, membongkar Al-Quran dari tulisannya, lewat kaligrafi. Itulah keistimewaan Al-Quran. Dikepung dari berbagai disiplin keilmuan dan yang muncul hanya satu: keagungan Allah Swt.a�? Saifullah Maskub Aziz (1997). Bagi keluarga besar Kementrian Agama Jawa Barat, karya Saifullah Maskub Aziz, sudah tidak asing. Sebelum tahun 2000, dalam kalender Depag pasti dibuka dengan lukisan kaligrafi yang indah. Ayat-ayat yang ditulis mengiringi ...

Read More »

Mengenang Maestro Kaligrafi dari Salawu Tasikmalaya (1)

a�?Kapan Indonesia mempunyai mesjid-mesjid yang hebat, yang sedikitnya sama dengan mesjid-mesjid yang terlukis dalam kitab ini, bila mungkin malahan lebih hebat?a�?A�Kapan Indonesia mempunyai mesjid-mesjid yang hebat, yang sedikitnya sama dengan mesjid-mesjid yang terlukis dalam kitab ini, bila mungkin malahan lebih hebat?a�?A�Ir. Sukarno (1955) Demikian ditulis Bung Karno ketika mengantarkan buku Sedjarah Mesdjid karya Abu Bakar Atjeh yang terbit pada 1955. ...

Read More »

Ajengan Siroj Garut, Syaikh al-QurrA? Makkah Asal Pasundan

Dalam deretan nama MasyA?yikh al-QurrA? (Guru Besar Para Ahli Qiraa��at al-Qura��an) Masjid al-Haram di Makkah pada paruh pertama abad ke-20 M, tersebutlah dua nama ajengan asal Tatar Pasundan, dan dua-duanya dari wilayah Garut, yaitu Ajengan Siroj Garut (Syaikh SirA?j ibn Muhammad ibn Hasan QA?rA�t) dan Ajengan Musaddad Garut (Syaikh Musaddad QA?qA�t). Nama Syaikh Siroj Garut banyak disinggung dalam sanad ulama-ulama ...

Read More »

Ajengan Tubagus Bakri Merespon Gerakan Wahabisme

Bagaimana Mama Sempur merespon gerakan Wahhabisme dari Nejd? Sebagai ajengan yang hidup di Jawa Barat, beliau menulis buku dalam bahasa Sunda sebagai panduan untuk menghadapi gerakan politik yang menggunakan baju agama tersebut. Mama Sempur ataua Ajengan Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda, demikian nama lengkapnya, menulis buku a�?AZdhA?h al-KarA?thaniyyah fA� MA? Yataa��allaq bi DhalA?lA?h al-WahhA?biyyaha�?. a�?AZdhA?h al-KarA?thaniyyaha�? ditulis oleh pengarangnya ...

Read More »

KH.Maman Imanul Haq : Dakwah Membawa Damai

Muda, energik! Itulah kira-kira yang dapat digambarkan sosok kyai progresif yang berkediaman di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Sehingga, saking kemudaannya yang masih menonjol, sepintas tidak kelihatan tokoh yang satu ini adalah kyai. Namun, itulah KH. Maman Imanulhaq Al-Faqieh. a�?Kyai mudaa�? yang biasa disapa Kang Maman lahir di kota Sumedang 8 Desember 1972 dari keluarga religius, pasangan Drs. ...

Read More »

KH Muhammad Nuh Ad-Dawami : Ajengan bil-Kalam wa Qolam

KH Muhammad Nuh Ad-Dawami lahir di Garut pada 1946. Ia adalah sosok santri kelana sejati. Sejak usia 12 tahun, ia berguru ke berbagai pesantren. Di wilayah Garut, ia mengaji ke Kubang, Munjul, Al-Huda, dan Sadang. Di Sumedang ia mengaji di Cikalama, dan di Tasikmalaya ia belajar di Cibeureum dan Cilendek. Di antara pesantren-pesantren itu, ia nyantri paling lama di Al-Huda, ...

Read More »